HOME

Friday, October 9, 2009

SEJARAH SAXOPHONE

Pada akhir decade 20-an,instrument saxophone mulai digunakan dalam kancah jazz.Saxophone adalah hasil rancangan dan gagasan seorang bangsa Belgia yang bernama Adolphe Sax.Ia menginginkan sebuah clarinet yang dapat meniupkan octave dalam posisi jari-jari atas (tangan kiri) dan jari-jari bawah (tangan kanan) tidak berubah.

Dalam tahun 1840 ia berhasil memenuhi keinginannya tersebut dengan terbentuknya instrument ciptaannya.Alat tiup ciptaannya tersebut bukan hanya mempunyai teknik dalam posisi sama jari-jarinya dari atas sampai bawah seperti yang diinginkan,melainkan juga dapat digabung, ini seperti yang diharapkan juga antara kecepatan memainkan alat tiup kayu dengan kekuatan suara loyang/kuningan.

Ia lalu membuat semua jenis yang ada dalam keluarga saxophone, yaitu soprano,alto,C melody,tenor,baritone dan bass saxophone.Bass saxophone ini demikian besar dan panjangnya,hingga untuk memainkan harus duduk di bangku yang tinggi.Karena tidak praktis,maka bass saxophone ini tidak diproduksi lagi.Saxophone mempunyai warna suara khas yang spesifik.Namun kehadirannya di dunia musik pada abad ke 19 itu tak dapat diterima oleh symphony orchestra.Alat tersebut baru dipakai dalam marching band militer pada awal abad ke 20.Dan akhirnya mulai masuk ke kancah jazz pada akhir decade 20-an,bahkan kemudian mendominir dalam bidang soloist musik jazz.

Ada beberapa pendapat yang saling bertentangan mengenai penggunaan saxophone.Ada yang menyebutnya bahwa saxophone masuk ke mainstream dari popular musik pengiring dansa mulai tahun 1910.Tetapi pendapat itu ditentang oleh W.C.Handy yang mengatakan bahwa quartetnya sudah menggunakan saxophone sejak 1902,yaitu grup baru pengiring penyanyi dalam show keliling.Ia membawa saxophone dalam band pengiring dansa pada tahun 1909,itulah saxophone pertama dalam orchestra di USA,katanya.

Garvin Bushell mengatakan bahwa tenor saxophone pertama masuk ke Springfield,Ohio,sekitar perang dunia I.Tapi oleh pemain dari New Orleans,John Joseph ditentang dan menyatakan bahwa ia membawa alat tersebut ke kotanya pada tahun 1914.Dan Art Hickman,pimpinan band pengiring dansa yang terkenal menyatakan pula bahwa ia menggunakan alat tersebut sekitar tahun 1914 pula.

Yang jelas,saxophone mulai manggung pada waktu jazz bergerak keluar dari New Orleans, namun belum memperoleh perhatian dari para peminat.Sejak awalnya,musik jazz seolah didominasi oleh cornet dan trumpet.Terbukti dari raja-raja jazz yang muncul waktu itu seperti Oliver,Keppard,Armstrong,Beider dan lainnya adalah pemain-pemain trumpet dan cornet.

Namun pada awal 1930-an mereka disaingi oleh saxophone terutama tenor saxophone.Pada masa perang dunia I,saxophone menjadi alat yang paling disukai.Memang pada awal 1920-an saxophone sudah mulai digunakan,namun yang paling banyak menggunakan adalah para musisi kulit putih.Karena alat tersebut harganya mahal, dan tak terdapat di toko-toko alat musik bekas.Sehingga para musisi negro yang pada umumnya berasal dari golongan ekonomi rendah tak mampu beli yang baru.

Musisi-musisi pemain saxophone kulit putih yang mengawali penggunaan saxophone antara lain Adrian Rollins yang memainkan bazz saxophone.Ia lahir di New York tahun 1904.Ia merupakan musisi keluaran sekolah tinggi.Dan memainkan recital piano pada usia 4 tahun di Waldory Astoria,membawakan karya Chopin.Pada usia 14 tahun ia memimpin bandnya sendiri.Ia memainkan piano dan saxophone serta alat-alat penting lainnya.Ia mulai main saxophone pada tahun 1920,yaitu ketika bergabung dengan California Ramblers,sebuah grup yang terkenal di kawasan New York.

Pada umumnya ia bermain bersama musisi-musisi putih seperti Trumbauer,Nichols,Joe Venuti, dan lain-lain.Ia pernah kerjasama dengan Bix Beiderbecke membuat rekaman di antarnya “A Good Man is Hard to Find” yang terkenal di tahun 1930-an.Ia memimpin band yang bernama Adrian Rollins And His Tap Room Gang.Adrian Rollins meninggal tahun 1956.

Juga pemain clarinet dan alto saxophone putih Jimmy Dorsey.Ia membentuk Dorsey Brothers,yaitu band pengiring dansa yang terdiri dari musisi-musisi putih,pada tahun 1930-an.Jimmy Dorsey menjadi terkenal pada era swing.


Pemain saxophone putih lainnya adalah Bud Freeman.Ia dilahirkan pada tahun 1906.Mula mula ia memainkan C melody saxophone,yaitu ketika temannya yang bernama Austin High membentuk New Orleans Rhythm King.Tahun 1925 ia pindah ke tenor saxophone,yang dimainkan hingga tahun 1970-an.Di antara rekamannya yang terkenal adalah “The Eel” yang diproduct pada tahun 1933.

Walaupun pada awalnya saxophone dimainkan oleh musisi putih pada umumnya,bukan berarti bahwa musisi hitam tidak ada yang memainkan alat tersebut pada saat sedini itu.Musisi hitam yang memainkan saxophone sejak awal,sebelum decade 20-an, antara lain Coleman Hawkins dan Lester Young.

Coleman Hawkins lahir di St.Josepth,Missouiri pada tahun 1904.Pada usia 5 tahun ia belajar piano,lalu cello dan pada umur 9 tahun ia belajar komposisi dan teori di Washburn College,Topeka.Tahun 1922 ia bergabung dengan Mamie Smith’s Jazz Hounds.Tahun 1934 ia melawat ke Eropa bersama June Cole dan Handerson sampai tahun 1939.Pada tahun 1939 itu di USA sedang muncul corak Body & Soul.

Coleman Hawkins membuat rekaman sebagai pembawa be bop pertama pada tahun 1944.Ia menggunakan musisi muda pada waktu itu,seperti Dizzy Gillespie (trumpet),Max Roach (drums),Leo Parker (sax) dan lainnya.Ia mulai banyak menggunakan chord daripada melody,sebagai basis dari improvisasi.

Hawkins telah membuat banyak sekali rekaman dengan berbagai musisi terkenal.Ia adalah seorang peminum berat.Ia meninggal dunia pada tahun 1969,karena livernya rusak akibat kebanyakan scotch whiskey.

Lester Young lahir di Woodville,Mississippi,tahun 1909.Tak lama kemudian keluarganya pindah ke New Orleans.Ayahnya bernama Billy Young,adalah seorang musisi yang bekerja untuk carnival atau show keliling dengan mendirikan tenda-tenda.Waktu itu Oliver dan Armstrong sedang jaya.Lester Young yang pada waktu itu masih kecil bersama abangnya,ikut ayahnya dalam show keliling.

Pada awalnya Lester Young belajar main drums,kemudian ia belajar saxophone.Mula-mula alto,lalu tenor,tapi kadang-kadang ia juga memainkan baritone dan clarinet.Ia mendapat pengaruh dari permainan Jimmy Dorsey dan Frankie Trumbauer.Ketika dia mulai belajar saxophone,ia membeli semua recording Trumbauer.Frankie Trumbauer memainkan C melody saxophone.Tapi Lester Young memainkan suara C melody saxophone itu dengan tenor.Ia menyenangi trumbauer dalam memainkan note yang terus menerus.

Lester Young berlatih secara mendasar.Ia kemudian mengikuti beberapa musisi terkenal seperti Bessie Smith,King Oliver,Handerson,John Hammond, dan lain lain.Pada tahun 1936 ia rekaman,dan pada tahun 1944 ia masuk milisi.Ia sangat berjasa terhadap rekaman-rekaman Billie Holliday seperti “This Year’s Kisses”, “I’ll Never Be The Same”, “If Dreams Come True” dan lainnya.

Juga dalam kerjasamanya dengan Benny Goodman Sextet dari tahun 1940 hingga tahun 1950-an.Banyak pemain saxophone yang meniru gaya permainannya,seperti Stan Getz,Wardell Gray,Paul Quinichette dan lain-lain, bahkan lebih baik dari Lester Young sendiri.Inilah problem yang dirasakannya.Dalam tahun 1959 ia jatuh sakit di sebuah Hotel di Paris.Ia kembali ke New York dan meninggal.

DIXIE DAN MINAT MUSISI PUTIH

Ragtime berkembang mempengaruhi terbentuknya musik country. Pada hakekatnya, musik country mempunyai dasar yang sama dengan musik dixie.Bedanya, dixie mempunyai chromatism notasi jazz (ini pun dibentuk melalui perkembangan-perkembangan dixie). Musik jenis ini dengan cepat berkembang luas di setiap penjuru Amerika Serikat, hingga seolah-olah menjadi musik rakyat khas Amerika. Oleh karena itu dinamakan musik dixie (dixieland adalah nama julukan untuk Amerika Serikat).
Memasuki dekade 20-an, musik dixie semakin mengarah kepada wujudnya. Dalam musik dixie, improvisasi dilakukan secara serempak oleh beberapa solist (trumpet/cornet,trombone,clarinet). Suatu illustration yang seakan menunjukkan suasana ruangan dengan sejumlah orang yang sedang asyik terlibat dalam berbagi pembicaraan. Atau semacam lobbying. Masing-masing terhanyut dalam pembicaraan yang kadang diselingi jeritan, tawa dan sebagainya. Mungkin juga menggambarkan kesibukan penduduk Amerika. Musik dixie biasa terdapat di kapal-kapal sepanjang sungai Mississippi, yaitu sejak jazz keluar dari New Orleans. Rhythm section terdiri dari string bass (pengganti tuba), drums dan banjo.Pada country, masih menggunakan biola sebagai solist.
Pada dekade 20-an, para musisi putih banyak yang menaruh minat/perhatian terhadap musik hitam ini. Mereka mulai memainkan dan ikut berperan di dalamnya. Melalui musik ini, terasa keakraban antara musisi hitam dan putih, tak ada rasialisme. Para musisi hitam pun dengan senang hati berbaur. Bahkan kadang belajar dari musisi putih yang pandai memimpin sebuah band dan memperjuangkan job atau kontrak main.
Seorang musisi putih pemain clarinet, namanya Pee Wee Russell, lahir di St. Louis pada tahun 1906. Semenjak kecil ia belajar piano, biola,drums dan clarinet. Ia tertarik jazz pertama kali dari mendengar rekaman Alcide Nonez bersama Louisiana Five band pada tahun 1919. Pee Wee Russell ini disamping musik juga punya hobby melukis.Dinding-dinding rumahnya penuh dengan lukisan-lukisannya yang bercorak contemporary decorative.
Hobby-nya ini pun didorong oleh isterinya, Mary. Seperti musisi lain yang punya hobby melukis seperti drummer George Wettling, Larry Rivers dan lain-lain. Russell selalu mengisi waktu luangnya dengan melukis. Namun hasil lukisan Russell lebih unik, seunik musik yang dimainkannya.


Musisi putih lainnya, ialah pemain trombone Jack Teagarden. Ia dilahirkan di Vernon, Texas, 1905 dengan nama Wildon Leo Teagarden. Ibunya adalah seorang guru piano.Kadang-kadang ibunya memainkan piano di rumah,sedang ayahnya memainkan cornet kecil. Jack Teagarden mulai belajar baritone horn pada usia 5 tahun. Lalu ia beralih ke trombone. Karena posisi trombone bentangannya sangat panjang bagi anak seumur dia, maka dicari posisi yang dikatakan sebagai posisi palsu pada waktu itu, guna memungkinkan anak kecil mampu memainkan trombone. Di kemudian hari cara tersebut bukan lagi dianggap sebagai posisi palsu, namun dinyatakan sebagai salah satu alternatif posisi dalam memainkan trombone.
Umur 22 tahun, Jack Teagarden bergabung dengan Pelk’s Bad Boys yang dipimpin oleh pianis legendaris Pelk Kelley. Tahun itu juga Teagarden pergi ke New York dan bergabung dengan Doe Ross Jazz Bandits. Namun karena ia merasa tidak cocok, lalu ia bergabung dengan Pee Wee Russell.
Tahun 1928-1933 ia bekerja dengan Ben Pollack (drummer The New Orleans Rhythm King). Tahun 1933 ia teken kontrak 5 tahun dengan Paul Whiteman. Band ini tak pernah sukses, lalu pada tahun 1946 Teagarden bergabung dengan All Star Band pimpinan Louis Armstrong, sampai meninggal pada tahun 1950. Dalam hidupnya ia telah merekam lebih dari 1000 kali.
Ada lagi seorang musisi jazz putih yang kiprahnya punya peran dalam dunia jazz. Ia adalah trumpeter Bix Beiderbecke. Ia dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1903 di Devenport, Iowa, dengan nama lengkap Leon Bix Beiderbecke. Orang tuanya mengharap ia jadi dokter,profesor, ahli hukum, menteri atau pedagang.Namun ia memilih musik.
Pertama kali Bix mengenal jazz melalui rekaman Original Dixieland Jazz Band pada tahun 1918. Waktu itu ia berumur 15 tahun. Usia yang sedang tertarik-tertariknya pada bentuk musik baru. Ia kemudian kursus pada pemain cornet Nick La Rocca.
Juga The New Orleans Rhythm Kings yang muncul pada awal dekade 20-an, musisi-musisi pendukungnya adalah white jazz musicians. Pada tahun 1923, New Orleans Rhythm Kings terdiri dari George Brunis (trombone), Paul Mares (cornet), Ben Pollack (drums), Leon Rappalo (clarinet), Mel Stitzel (piano), Volly De Faut (reeds), Lew Black (banjo/guitar) dan Steve Brown (bass).
Volly De Faut sebagai pemain reeds (alat-alat tiup yang menggunakan reed) mempunyai pengalaman banyak sekali. Ia pernah main dan rekaman dengan hampir semua musisi jazz pada waktu itu. Antara lain dengan clarinetist Don Morray (anak seorang menteri), Floyd Fowne (pemain sax), Bix Beiderbecke, Johnny Dodss, Freddie Keppard, Jelly Roll Morton, Bessie Smith, Ray Miller, Paul Ash dan banyak lagi lainnya.

NEW ORLEANS

Kebanyakan musisi negro autodidak atau tumbuh karena bakat alam.Bentuk jazz waktu itu belum jelas.Ragtime mulai merambat mempengaruhi bentuk country.Banyak negro memainkan blues sebagai musik rakyat kaum hitam.Blues itu bermacam coraknya, ada urban blues,ada gospel/blues spirituel. Ada yang mengikuti jalur jazz, ada yang menjurus ke pop, dan ada yang membawakan dengan corak country hingga disebut sebagai country blues.
Ada guitarist primitive country blues yang bernama Huddie Ledbetter, lahir 1880. Kemudian dikenal dengan nama Lead-belly dan mulai kariernya sebagai guitarist berpenghasilan 15-50 sen semalam.Pada umur 16 ia kawin, dan tahun 1910 pindah ke Dallas.Leadbelly ini orangnya brutal dan jagoan, hingga 3 kali dipenjara.Sekali karena menyerang cewek , sedang 2 kali karena pembunuhan.
Suatu ketika ia diganjar hukuman penjara selama 50 tahun.Pada saat ia sedang menjalani hukuman itu, datang seorang bernama John Lomax yang mengambilnya untuk diperkenalkan permainan guitarnya kepada gubernur Texas, Pat Neff dan Gubernur Louisiana, O.K.Allen. Kedua gubernur itu akhirnya memberikan pengampunan kepada Leadbelly.
John Lomax kemudian membawanya ke New York untuk rekaman.Nama Leadbelly lalu sering disebut di koran dan majalah sebagai pembunuh yang jadi Master Folk Singer, atau seorang guitarist bekas pembunuh.Leadbelly mulai main di nightclub. Tahun 1949 ia pentas di Paris, kemudian meninggal di kota tersebut pada bulan Desember 1949.
Seorang guitarist primitive country blues lainnya adalah Lemon Jefferson.Karena ia buta sejak lahir, maka ia dikenal dengan sebutan Blind Lemon Jefferson. Ia dilahirkan pada tahun 1897, di tanah pertanian dekat Worthman, Texas, kira-kira 100 mil sebelah selatan Dallas.
Seperti negro buta lainnya pada waktu itu, Jefferson pun memilih musik sebagai penghidupannya.Pada awalnya ia sering menghibur di pesta dansa sekitar tanah pertanian dimana ia tinggal.Ketika umur 20 tahuan, ia pergi ke Dallas untuk main di bar,pesta dansa, bahkan ngamen di rumah-rumah pelacuran.
Ia kemudian bergabung dengan para musisi hitam, menelusuri Amerika Serikat bagian selatan.Ia datang ke perusahaan rekaman Paramount, dan antara tahun 1926-1929 ia sudah menyelesaikan sebanyak 80 buah rekaman yang terkenal luas di kalangan negro.Blind Jefferson mati muda pada tahun 1930 (jadi kira-kira umur 33 tahun), tanpa diketahui dengan jelas sebab-sebabnya.
Band-band di New Orleans pada tahun 1915-1917 sudah mulai kelihatan arah bentuknya.Bentuk musik tersebut disebut sebagai awal atau dasar bentuk musik jazz yang berkembang hingga saat ini. Waktu itu dikatakan bahwa jazz merupakan hasil experiment seni dengan menggambarkan bentuk lama, seperti Picasso membuat lukisan, atau O’Neil menggarap theater atau Pound menggubah syair.
Di New Orleans yang telah dipenuhi oleh bentuk-bentuk musik sejak 1890 itu, dalam 1915 mulai menampakkan potensinya dalam musik jazz.Musik jazz main di nightclub, rumah judi,rumah bordil,bar dan tempat-tempat serupa.Makin lama suasananya makin ribut.Sering terjadi keonaran karena perkelahian,pembunuhan dan sebaginya.Keadaan seperti itu dianggap mengurangi respek masyarakat terhadap pemerintah.Akhirnya, pada tahun 1917 pemerintah menutup semua kegiatan di New Orleans tersebut.


Para musisi jazz kemudian keluar dari New Orleans.Dengan kapal mereka menelusuri sungai Mississippi menuju hulu.Beberapa di antara mereka akhirnya main di kapal-kapal tersebut.Dengan adanya kejadian itu,jazz menyebar keluar dari New Orleans menuju utara, ke Memphis,St.Louis,Chicago,Detroit dan New York. Di antara tempat-tempat tersebut, Chicago dan New York mempunyai kesempatan paling ramai dalam menampung arus musik maupun musisi New Orleans.Di kemudian hari muncul jazz dengan nafas Chicago, yang disebut Chicagoan style.New York merupakan kota idaman bagi para musisi jazz,sedang Memphis dikenal sebagai kota pencetus musik soul.
Ada dua tokoh yangs angat berpengaruh dalam perkembangan musik jazz saat itu, yaitu Sidney Bechet dan Joseph King Oliver. Sidney Bechet lahir tahun 1897, dari keluarga creole hitam.Creole adalah negro turunan (tidak semuanya hitam) namun orang Perancis atau Spanyol yang lahir di dunia baru (perantauan),sering juga disebut ‘creole’
Sidney Bechet belajar clarinet dari abangnya yang bernama Leonard (pemain clarinet dan trombone).Beberapa guru ditemuinya untuk minta belajar musik.Namun ia tidak merasa puas.Pada umur 11 tahun, ia main bersama band anak-anak seputar New Orleans.Sidney Bechet senag berkelana.Tahun 1918 ia pergi ke Chicago,New York dan pada tahun 1919 ke Eropa.
Dalam lawatannya keliling Eropa, banyak hal yang ia pelajari.Pengalamannya juga aneh-aneg.Ia pernah bertengkar dengan seorang pelacur, hingga ia diusir dari London.Lalu 11 bulan mendekan di penjara Perancis, karena menembak seorang musisi seusai cabaret di Paris. Kemudian love affairnya dengan penyanyi blues terkenal Bessie Smith.
Namun ia adalah pemain clarinet blues yang sempurna,seperti yang dikatakan oleh conductor terkenal dari Swiss,Ernest Ansermet.Tahun 1920 ia kembali ke USA.Tahun 1923 rekaman bersama Clarence Williams Blue Five. Ia kembali ke Paris dengan Noble Sizzle Band pada tahun 1929.Kemudian tahun 1930-1n bergabung dengan trumpeter Tommy Ladnier ke Jerman dan Rusia.
Ia kembali ke Paris pada tahun 1949, dan diterima sebagai warga Perancis.Tahun 1950 ia menetap di Perancis hingga meninggal pada tahun 1959.Tahun 1930-an merupakan saat buruk bagi jazz band.Tahun 1938 Bechet bekerja di penjahit untuk menyambung hidupnya,tapi ia masih ingin main musik.Lalu ia menawarkan kepada beberapa producer untuk merekam “Summertime” karya George Gershwin.Akhirnya Alfred Lion (pemilik Blue Note Recording) menerimanya.Tahun 1944 ia rekaman lagi di Blue Note dalam solonya yang berjudul “Blue Horizon”, sebuah blues dalam nada Eb dengan tempo metronome 70.

Selain Sidney Bechet musisi lainnya yang berpengaruh di era New Orleans adalah Joseph Oliver, ia lahir di Dogdes Street New Orleans pada tahun 1885.Karena debutnya dibidang musik,ia mendapat julukan king hingga namanya menjadi Joseph King Oliver.Umur 15, ibunya meninggal dunia dan ia ikut tantenya.Ia bergabung dengan tetangganya yang punya Brass Band.Lalu ia mengikuti band-band lain,antar lain Henry Allen Brass band,Original Superior Orchestra , dan lain lain.
Pada tahun 1910 ia bekerja di Storyville.Tahun 1918 ia ditawari untuk bergabung dengan sebuah perkumpulan cabaret di Chicago, bernama Royal Garden.Setahun kemudian,band pengiring cabaret tersebut diberinya nama King Oliver’s Creole Band, dengan para pemain trdiri dari Warren Dodds (drums), Johnny Dodds (clarinet),Honore Dutrey (trombone),Lil Hardin (piano), Bill Johnson (bass) dan Oliver sendiri memainkan cornet.
Mungkin karena capek, ia meminta seorang musisi muda berasal dari New Orleans umur 22 tahun untuk bergabung dengannya.Musisi muda tersebut adalah Louis Armstrong.Tahun 1923 band tersebut menjadi terkenal dan menjadi begitu penting artinya bagi sejarahjazz.Dalam rekaman,kadang-kadang Bill Johnson memainkan banjo, dan Oliver menambahkan saxophone, yaitu pada akhir dekade 1920-an.
Oliver adalah musisi jazz dengan style New Orleans yang genius.Ini terlihat dari rekaman-rekaman-nya.Ia merekam karya Jelly Roll Morten ‘Froggie Moore’ yang terbagi dalam intro 4 bar : A 16 bar (2x), B 16 bar (2x), interlude 2 bar, kembali ke B dan coda 2 bar. Juga rekaman berjudul “Riverside Blues’, sebuah blues 12 bar dengan nada F.
Pada tahun 1924 Louis Armstrong meninggalkan band tersebut. King Oliver kemudian rekaman lagi dengan band baru, yaitu Dixie Syncopaters pada tahun 1926.Joseph King Oliver meninggal pada tanggal 8 April tahun 1938, karena sakit.
Selain kedua tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan jazz dewas itu, juga terdapat musisi-musisi besar yang mempunyai peranan penting dalam sejarah perkembangan jazz.Misalnya abang drummer King Oliver’s Creole Band, Warren Doods yaitu Johnny Dodds. Johnny Dodds adalah pemain clarinet pada King Oliver’s Creole Band juga. Ia lahir pada tahun 1892.Karena permainannya yang canggih dalam memainkan clarinet,maka ia dianggap sebagai father of music dan mendapat julukan “Bapak Clarinet”.
Seorang tokoh lainnya adalah Jelly Roll Morten, Ia dilahirkan pada tahun 1885 dengan nama Ferdinand La Menthe.Ayahnya adalah seorang creole hitam bernama F.P. La Menthe.Sewaktu Jelly masih muda, ibunya bercerai dengan ayahnya, dan kawin lagi dengan seorang pria bernama Morton yang punya warna kulit terang.Menaurut Jelly, Morton adalah orang kulit putih.
Pada waktu masih balita, Jelly sering memukul-mukul panci-panci yang diletakkan mengelilingi tempat duduknya.Pada umur 5 tahun ia sudah bisa memainkan harmonika, lalu les guitar spanish pada tetangganya. Pada usia 7 tahun, dengan guitar ia mencoba mengkombinasikan dengan bass dan mandolin.Pada umur 14 tahun, ibunya meninggal dan ia tinggal bersama kakeknya yang mendorong bakat cucuknya di bidang musik.Jelly meneruskan experiment dengan menggabungkan istrument-instrument lainnya seperti bila,drums,kadang-kadang juga trombone.


Jelly Morton memang suka berkelanan.Ia mengembara ke Chicago, St.Louis, New York, Houston, ke pantai barat dan kembali lagi ke New Orleans.Tahun 1923 ia mulai memperkenalkan lagu-lagu ciptaannya.Dari 1923 hingga 1939 ia membuat rekaman kira-kira sebanyak 175 buah. 50 diantaranya adalah solo piano.Rekaman pertamanya yaitu ketika menjadi pianist di sebuah band kulit putih New Orleans Rhythm King.

Ia kemudian mendirikan Red Hot Pappers. Ia menjadi sangat terkenal dan menonjol dengan hadful of piano roll.Itulah sebabnya ia dipanggil dengan nama Jelly Roll Morton.Diantara solonya yang terkenal adalah “Jungle Bell”. Ia menjadi kaya dan membeli sebuah Cadillac dan batu-batu permata. Dari sifat-sifat musiknya yang condong ke Spanyol, ia mencipta musik hitam yang bernafas Amerika Latin, khususnya Caribbean.Ia meninggal pada tanggal 10 Juli 1941.

Ada seorang tokoh yang akhirnya menjadi musisi legendaris.Ia adalah Louis Armstrong.Ia lahir di New Orleans pada tanggal 4 juli 1900.Ayahnya bernama Willie Armstrong dan ibunya Marry Ann (sebutannya : Mayann). Orang tuanya bercerai tak lama setelah Louis Armstrong lahir.Louis lalu ikut neneknya, Josephine Armstrong.

Keadaan waktu kecilnya jauh dari menyenangkan.Ia pergi ke sekolah tanpa sepatu, ia harus bekerja sebagai penjual koran dan sebagai pengantar batu bara, untuk membantu penghasilan keluarga.Sementara ibunya menjadi pembantu rumah tangga.Situasi pemukimannya pun tidak sehat.Banyak pelacuran, orang mabuk, bahkan kadang-kadang terjadi pembunuhan.

Pada tahun baru 1913,seperti baisa di New Orleans diadakan pesta tradisional.Louis Armstrong menembak ayah tirinya dengan pistol kaliber 38.Ia ditangkap polisi.Peristiwa ini dilukiskan oleh hakim sebagai gambaran kompensasi frustasi seorang anak yang merindukan keharmonisan keluarga.Ia dimasukkan ke Colored Waif’s Home (penjara anak anak).

Di sekolahnya ada sebuah brass band dan vocal group.Ia bergabung, dan oleh pengasuhnya-Peter Davis- ia disuruh main tambourine,kemudian pindah ek drums.Tak lama kemudian ia pindah lagi ke alto horn.Ia memainkan trumpet tersebut dengan baik.

Armstrong kemudian bertemu dengan King Oliver yang mengajarkan embouchure,fingering,breath controle serta repertory-repertory New Orleans.Ketika Oliver pergi ke Chicago pada tahun 1918,Armstrong diambil oleh Kid Ory (seorang pimpinan cabaret) yang kemudian memasang dia sebagai pemain cornet terbaik.Ia juga diajar membaca oleh David Jones.

Louis Armstrong kemudian dipanggil King Oliver ke Chicago untuk bergabung dengan King Oliver’s Creole Band.Tahun 1924 ia kawin dengan pianist band tersebut, Lillian Hardin.Tahun itu juga ia dan isterinya keluar dari King Oliver’s Creole Band dan masuk ke Handerson Band.Tapi band ini bukan jazz band,melainkan band untuk mengiring dance (ball room) dan show serta pengiring penyanyi untuk rekaman.Ia juga sering mengerjakan rekaman sambilan, antara lain bersama Clawrence Williams Group, Red Onian Jazz Babies bersama Bechet, serta sebagai backing up penyanyi blues.

Tahun 1929 Louis Armstrong pindah dari Chicago ke New York.Tahun 1930 ia bercerai dengan Lil Hardin dan kawin dnegan Lucille Wilson.Ada banyak sekali rekaman yang dibuat oleh Armstrong.Diantaranya yang terkenal adalah “Sugar Foot Stomp” yang mengambil versi Oliver dalam “Dippermounth Blues”, “Laughing Louie” (1930-an), “Stardust” (1931), “Between The Devil and The Deep Blue Sea”, “Home”, “Hobo,You Can’t Ride This Train” (semuanya dalam 1932), “Swing That Music” (bersama Chick Wenn – 1936), “Jubilee”, “Struttin’ With Some Barbecue” (1938), dan masih banyak yang lain.

Karyanya yang paling menonjol dan populer adalah “Hello Dolly” dan “Mack The Knife”. Dua lagu yang sering dibawakan,bahkan sempet direkam pula oleh vocalist pemujanya, yaitu Ella Fitzgerald.Tahun 1946 era swing pudar, dan periode big band pun berakhir pula.Armstrong kembali membuat small band dengan corak dixie, dan ia mulai menyanyi dengan suaranya yang khas serak.Kemudian ia lebih dikenal sebagai penyanyi daripada sebagai trumpeter.Namun pada tahun 1950 ia kembali “berbicara” lewat trumpetnya.

Pada sekitar tahun 1961, di Semarang pernah diputar film “The Louis Armstrong Story”.Dalam film tersebut digambarkan ketika ia bertengkar dengan Lil hardin. Oleh isterinya itu ia dilempari piring dan benda-benda lain.Ia hanya mengelak sambil tangannya menutupi bagian tubuhnya yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu…….…..bibirnya !

Louis Armstrong dikenal sebagai master trumpet legendaris yang punya tone hangat dan penuh bagaikan madu dalam semua register.Attacknya yang kuat dan jernih, lebih lebih warna jazz-nya yang khas, boleh dikata tak ada duanya.Dialah solist muda pertama di dunia yang menggebrak dunia jazz pada usia belia.Oleh karena nafasnya pendek, maka tiupannya sering menggunakan note stakato ; demikian juga vocalnya. Walaupun begitu, ia selalu tepat dalam meniupkan note-notenya.Dan ia merupakan improvisor terbaik di sepanjang zaman.Ia berkarya sejak muda hingga akhir hayatnya.Louis Armstrong meninggal pada tanggal 6 Juli 1971 , persis dua hari setelah ulang tahunnya yang ke 71.

Ragtime dan Munculnya Boogie Woogie

Iklan seperti yang tertera di Virginia Gazette tanggal 6 Agustus 1767 itu memang menunjukkan bahwa orang negro sudah ada yang dapat memainkan alat musik dengan baik, jauh sebelum civil war bahkan mungkin sebelum kemerdekaan USA.

Tetapi iklan itu pun menunjukkan betapa kejamnya orang-orang kulit putih terhadap orang kulit hitam.

Mereka memperlakukan orang negro seperti barang mati yang diperdagangkan.

Demikianlah kenyataannya.

Orang-orang negro dirantai seperti bianatang, dipamerkan dalam ‘bursa budak belian’.

Bila badannya besar dan kuat, apalagi sedikit tampan dan kelihatan tidak dungu, pasti harganya sangat mahal.

Dihapuskannya perbudakan, tidak segera mengubah nasib para negro dalam kehidupan sosialnya. Mereka hanya bebas dari budak belian.

Namun mereka masih dianggap sebagai makhluk yang rendah dan hina.

Perbedaan ras ini masih menonjol hingga dekade 40-an. Tapi itu dalam kehidupan masyarakat.

Dalam kehidupan musik, suasananya lain. Musik tidak mengenal perbedaan warna kulit.
Tahun 1890, New Orleans sudah penuh dengan bentuk musik, ada orchestra,symphony dan musik kamar.

Musisinya ada yang putih semua,hitam semua dan ada pula yang campuran.

Di antaranya adalah Lyre Club Symphony Orchestra pimpinan John Rubichaox, dengan 25 ensemble memainkan repertory – repertory standard klasik.

Yang lainnya, Excelsior Brass Band.

Ada lagi yang memainkan march untuk parade, pop song dan rag untuk picnic, pesta atau upacara pemakaman.

Ada pula pianist-pianist yang bekerja untuk cabaret dan honky tonk.

Waktu itu belum ada istilah jazz. Yang ada hanya permainan musik rag, sweet musik dan blues.

Blues adalah type lagu rakyat, hasil kreasi para negro di Amerika (terutama dari New Orleans).

Lagu ini bernada sedih, dibangun pada 1880-an dan 1890-an. Melalui perbaikan-perbaikan, akhirnya terwujudlah bentuk blues yang komplit dan utuh pada 1910.

Blues menyebar luas pada 1911.Blues terdiri dari sirkulasi chord 12 bar. (contoh sederhana urutan chord blues : C = 3 bar, C7 = 1 bar, F = 2 bar, C = 2 bar, G7 = 2 bar, dan C = 2 bar).
Sedangkan musik rag atau yang lazim disebut ragtime, adalah jenis musik dengan tempo 2/4, 3/4 , 4/4, atau 6/8.

Dijiwai semangat marching band, ragtime menggunakan beat 8.

Pada awalnya berupa piano tunggal di saloon, bar dan tempat-tempat serupa itu.

Musik ini berkembang dalam bentuk band.Timbulnya band adalah untuk membuat praktis sajian musik.

Marching band sudah jelas membutuhkan tempat yang luas. Sedangkan band hanya terdiri dari cornet,trombone,alto atau barritone horn , clarinet atau piccolo, jadi hanya 4 pemain tiup.

Ditambah pemain rhythm yanmg terdiri dari snere dan bass drum serta tuba.

Kadang-kadang juga digunakan biola,benjo,piano dan string bass menggantikan tuba.

Musik rag ini akhirnya berkembang menjadi dua cabang. Yang satu masih ke arah pembentukan alur jazz, yang lainnya menjadi musik country.

Ragtime berlangsung 1890-1915.

Dalam era ragtime ini kita dapati tokoh legendaris rag, Scott Joplin. Ia dilahirkan tahun 1868 di Texarkana (sebelah timur laut Texas).

Ayahnya, yang bekerja sebagai pegawai kereta api adalah seorang pemain biola. Sedang ibunya sebagai penyanyi dan pemain banjo.

Orang tua Joplin mempunyai tiga anak, yaitu Willie, Robert dan si bungsu Scott Joplin.Ayah Joplin mengumpulkan uang, lalu membeli sebuah grand piano tua.

Ini memang diluar kebiasaan keluarga negro yang miskin untuk punya piano sendiri.

Joplin mulai belajar piano. Ia mendapat seorang guru dari tetangganya. Bahkan ia memperoleh bea siswa untuk belajar.

Ia menjadi musisi hitam pertama di Amerika yang mempunyai background schooling dengan matang dalam teori. Ia pun mempelajari gubahan composer klasik seperti bach dan Chopins.

Tahun 1885 Joplin berkelana ke St. Louis. Tahun 1890-1n ia menamatkan pelajaran di George Smith College for Negroes.

Pada usia 30 tahun ia sudah mengajar, memimpin permainan musik,mengaransir, menyanyi dan memainkan beberapa jenis alat musik.

Ia juga mengkompos lagu. Yang pertama adalah lagu yang sentimentil.

Tahun 1897 ragtime mulai terkenal.Dalam tahun 1899 Joplin menulis ‘Original Rag’ yang langsung diterima oleh penerbit.

Kemudian ‘Maple Leaf Rag’ yang sampai kini merupakan bentuk ragtime yang paling disukai para murid di sekolah-sekolah musik. Ia masih mengarang puluhan lainnya, namun hanya beberapa yang disebar-luaskan,lainnya dikeluarkan setelah dia meninggal.

Tahun 1903 ia menulis opera berjudul ‘A Great of Honor’ dan ‘Freemonisha’ yang pada 1972 digelar di Atlanta’s Memorial Art Center dan 1975 di Broadway, untuk mengenang jasanya. Tahun 1973 karyanya yang berjudul ‘Entertainer’ dibawakan oleh Eubie Blake (lahir 1883) di Newport Jazz Festival, New York dan membuat penonton histeris, hal tersebut menimbulkan ide seorang produser untuk menggunakan lagu itu sebagai back ground fil The Sting.

Sedih atas kematian putrinya yang masih bayi, tahun 1907 Joplin pindah ke New York, menyusul perceraian dengan isterinya.

Di New York ketemu dengan perempuan bernama Lottie Stokes yang dengan setia memberinya semangat. Tahun 1909 ia mencetak 5 buah rag music.

Dalam sisa hidupnya yang 8 tahun, ia hanya mampu membuat 5 buah lagi.

Scott Joplin meninggal 1 April 1917. Tapi karyanya tak pernah mati. Tokoh lainnya antara lain James Scott yang membuat ‘Frog Legs Rag’ dan Joseph F Lamb ‘American Beauty Rag’.

Waktu itu, mulai banyak negro yang belajar klasik ke Eropa. Para musisi putih pun mulai belajar jazz di New Orleans, sebelum jazz itu menyebar dan terkenal.

Tanggal 26 Pebruari 1917, lima musisi putih New Orleans datang ke New York untuk rekaman di studio Victory. Mereka adalah Larry Shields (clarinet), Nick La Rocca (horn/cornet), Eddie Edward (trombone), Henry Ragas (piano) serta Tony Sbarbaro (kemudian dikenal dengan nama Spargo) pada drums.

Lima musisi putih itu tergabung dalam Original Dixieland Jazz Band.Rekaman itu berjudul ‘Livery Stable Blues’.

Tak sampai seminggu, rekaman itu sudah tersebar.

Rekaman pada saat itu boleh dikata masih primitif. Bass drum tak boleh dipakai,karena bila dipukul akan membuat jarum rekamnya melompat.

Band tersebut dipimpin oleh La Rocca (lahir 11 April 1889). Ia adalah anak tukang sepatu, emigran Italy yang senang main horn waktu senggang.

La Rocca tak dapat membaca musik (note), tapi jiwa musikalnya tinggi.

Band putih lainnya yaitu Tom Brown’s Ragtime Band, yang pada 1914 berada di Chicago. Masih banyak musisi putih lainnya yang pada waktu itu mulai menggeluti jazz.

Ada banyak pendapat mengenai munculnya kata ‘jazz’ Dalam San Francisco Bulletin terbitan 6 Maret 1913, sudah digunakan kata-kata jazz tapi belum dikukuhkan. Mornin’s Mornin menuliskannya dengan ejaan ‘Jaz’. New York Sun terbitan 5 Agustus 1917 menyebutkan bahwa kata Jas,Jazz,Jasz, atau Jazes sebenarnya berasal dari Afrika.Sumber lain mengatakan bahwa kata jazz sudah dikenal sebelum itu dengan ucapan jess yang berasal dari jasm, yaitu suatu perkataan yang punya arti ekspresif dalam usaha mengungkapkan kecepatan,kekuatan atau mungkin juga mencerminkan kepuasan sexual dalam arti yangs ehat.Entah mana yang benar.
Kesimpang siuran tersebut terjadi, karena penelitian dan penyelidikan yang dilakukan oleh para profesor dan ahli sejarah barulah dilakukan setelah musik jenis tersebut terbentuk dan berjalan sekian lamanya.Sudah barang tentu penyelidikan yang diadakan oleh banyak ahli tersebut menghasilkan kesimpulan yang kadang berbeda antara satu dengan lainnya. Selain itu juga terdapat istilah-istilah yang berlainan untuk sesuatu hal yang sama.Seperti bahasa daerah di Indonesia, beda tempat beda pula istilahnya.
Yang jelas jazz lahir dan berakar dari blues.Blues mempunyai tangga nada yang disebut blue note, yaitu tangga nada diatonik mayor yang dibelokkan (tangga ketiga,kelima dan ketujuh dibelokkan/diturunkan setengah). Tangga nada tersebut dibelokkan secara alamiah oleh para budak negro, sesuai dengan selera atau rasa musikalitas mereka.
Blues ini berkembang.Disamping membentuk ekrah musik jazz, juga membuat alur sendiri melalui corak-corak seperti gospel,urban blues,blues spirituel,country blues, dan sebagianya. Kecuali itu, dengan sedikit pengaruh ragtime,blues berkembang menjadi bentuk musik yang disebut sebagai bibit atau bayinya bentuk boogie – woogie.Pada tahun 1915,bentuk ini dikembangkan oleh W.C Handy dari folk blues yang dimainkan dengan sifat musik Eropa yang ditujukan atau dipasarkan bagi orang-orang kulit putih.
Boogie-Woogie membuat alur tersendiri pula, dismaping berkembang ke jalur jazz yang membentuk dixieland,Para musisi kulit putih agaknya mulai tertarik pada jenis musik ini.Sedangkan kota yang mempunyai akar blues kuat adalah Kansas City (kota yang mengorbitkan Count Besie).
Sebelum terbentuknya dixieland, para musisi hitan yang berpusat di New Orleans sudah berkiprah dengan bentuk musik yang kemudian dikemal sebagai embrio jazz.New Orleans memang menjadi basis para musisi hitam.Musik yang berkembang di New Orleans sebelum dekade 20-an emmang emmpunyai ciri khas tersendirei. Menjelang dekade 20-an, jazz telah berkembang luas ke utara dan membentuk musik-musi jazz (dixieland) dengan style sendiri-sendiri.Karena itu, orang mengistilahkan bentuk musik di New Orleans dengan New Orleans Style, atau musik New Orleans.

Terbentuknya Musik Jazz ( Blues )

Antara tahun 1861-1865 di Amerika Serikat berkecamuk perang saudara (civil war), yaitu antara pihak utara dan pihak selatan.

Pihak utara yang dipimpin oleh Abraham Lincoln menghendaki perbudakan dihapuskan.

Tentu saja oleh pihak selatan yang dipimpin kolonel Robert E. Lee ditolak, karena di daerah selatan banyak terdapat kawasan perkebunan.

Di perkebunan-perkebunan itu dipekerjakan budak-budak belian yang terdiri dari kaum Negro.

Demikian juga keadaan di kebun kapas milik orang Perancis yang terletak di delta sungai Mississippi.

Para budak belian negro yang kerja paksa di situ dilarang berbicara satu sama lain, walau pada saat istirahat sekalipun.Tetapi mereka diperkenankan menyanyi atau berpantun.

Oleh karenanya pada waktu istirahat mereka bernyanyi dengan pantun sebagai sarana komunikasi dalam mencurahkan isi hatinya. Mereka bernyanyi silih berganti, sementara yang lainnya mengiringi dengan bertepuk-tepuk atau memukul-mukul kayu dan benda lain.

Setahun sekali, orang-orang Perancis itu merayakan hasil paen mereka dengan pesta yang disebut Mardi Grass.

Perayaan itu dimeriahkan oleh marching band.

Sedangkan suasana kehidupan sehari-harinya, orang-orang Perancis itu sering memainkan musik tradisional yang mereka bawa dari Eropa yaitu musik classic pada sore atau malam hari.

Pada waktu civil war berlangsung, banyak orang Perancis yang mengungsi dan meninggalkan rumah kediaman mereka beserta isinya. Budak-budak negro itupun menemukan alat-alat musik yang ditinggalkan tuannya, dan mencoba memainkan instrument tersebut.

Mereka meniru cara tuan mereka dalam memainkan instrument tersebut, asal bunyi saja.

Tanggal 9 April 1865, Kolonel Lee menandatangani perjanjian.Pihak selatan kalah dan perbudakan dihapuskan.

Selanjutnya, pada acara pesta mardi grass, para negro itu menari dan bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan di New Orleans. Gaya nyanyian mereka kemudian disebut sebagai gaya New Orleans atau blues.

Dengan berakhirnya civil war dan perang Amerika – Spanyol, banyak alat-alat marching band milik militer yang diperjual-belikan di toko toko loak.

Para negro itupun banyak yang membelinya.

Mereka memainkan alat-alat tersebut untuk mengiring gaya nyanyi New Orleans ataupun instumental.

Itulah peristiwa yang disebut sebagai lahirnya atau asal mula blues yang juga dikatakan sebagai lahirnya jazz.

Blues berasal dari kata blue yang artinya sedih. Berdasarkan moment historial inilah maka dikatakan bahwa jazz adalah manifesto tangis kesedihan kaum negro yang mendambakan pembebasan dirinya dari perbudakan.

Walaupun pelakunya adalah orang-orang kulit hitam yang berasal dari Afrika, namun jazz bukan musik Afrika.

Jazz lebih merupakan kreasi kaum hitam di Amerika.Bangsa Afrika hitam memang mempunyai ikatan perasaan yang kuat dalam kelompoknya.

Banyak kata-kata yang pengucapannya mirip bahkan sama,namun artinya berbeda bila aksennya lain.

Di Amerika, mereka masih berusaha menghidupkan kebudayaan yang mereka bawa dari Afrika.

Sejarah membuktikan bahwa hingga tahun 1855, di Congo Square, New Orleans, setiap hari Minggu diadakan pagelaran musik tradisional Afrika kuno.

Perayaan itu mendapat ijin khusus dari pemerintah Amerika.

Di daerah barat Afrika, ada satu kesenian yang disebut ‘tribal’.Kesenian ini didominasi oleh bunyi gendang-gendang, karena melodinya pentatonic hingga harmoninya tidak betul.

Bagi Afrika pada umumnya, gendang mempunyai arti yang penting.

Bunyi-bunyian gendang itu digunakan untuk acara keagamaan, upacara adat dan sebagai alat komunikasi.

Oleh karenanya tidak heran bila ada beberapa ritme pukulan gendang yang masih amat ‘dikeramatkan’ (Pernah terjadi di Amerika, seorang negro peserta festival drum membawakan beberapa ritme yang dikeramatkan.Keesokan harinya ia didapatkan mati dibunuh karenanya).

Bunyi irama gendang Afrika memang boleh dikata berjiwa.

Bila kita teliti lebih dalam, maka pembentukan musik jazz mendapat 3 faktor pengaruh, yaitu kebudayaan Afrika, musik klasik dan marching band.

Kebudayaan Afrika terlihat dalam ritmenya yang berjiwa, musik klasik untuk harmonisasinya dan marching band untuk bentuk bandnya atau warna musik dan semangatnya.

Dikatakan bahwa para negro itu pada awalnya memainkan musik dengan cara asal bunyi saja, adalah tidak mutlak. Sebab, menurut para sejarawan dikatakan bahwa ada beberapa negro yang menguasai seni musik dengan betul dan baik, bahkan jauh sebelum civil war.

Misalnya :
- Newport Gardner (lahir 1746) yang mula-mula belajar bahasa Inggris, kemudian belajar musik.Pada umur 45 tahun, ia membeli pembebasan dirinya dari perbudakan dengan uang yang mungkin didaptnya sebgai guru naynyi. Kemudian ia mendirikan sekolah musik.
- Frank Johnson (lahir 1792) merupakan pemain dengan penampilan terbaik untuk segala trumpet dan french horn.
- Elizabeth Taylor Greenfields (hidup antara 1808-1876) adalah anak pelayan yang jadi vocalist terkenal di USA, serta memimpin perfomance di Buckingham Palace.
- Juga composer Samuel Snaer (lahir 1833), Edmund Dede dan Richard Lambert adalah orang-orang hitam yang berkecimpung dalam dunia musik sebelum civil war.Seperti juga para anggota symphony dan band-band hitam di New Orleans, serta theater hitam di New York yang bernama African Grove.
- Adanya iklan yang dimuat pada Virginia Gazette tanggal 6 Agustus 1767 yang berbunyi : DIJUAL mahal, seorang negro bersahabat yang masih muda dan tampan, kira-kira umur 18 atau 20 tahun, punya diploma/penghargaan sebagai pelayan yang ramah dan berperasaan….ia bermain french horn…terakhir ia datang dari London dengan dua stel pakaian terbaru dan french horn miliknya.
Iklan tersebut membuktikan bahwa ada orang negro yang sudah dapat memainkan french horn dengan baik, satu abad sebelum civil war.

Para budak negro itu memainkan instrument seenaknya, menurut rasa dan selera mereka,itulah blues.

Hanya saja, waktu itu orang belum sadar bahwa itu adalah blues, apalagi orang kulit putih memandang rendah kaum negro sebagai kaum yang hina dan kotor.

Karena jazz berakar pada blues, maka para peneliti dikemudian hari menyatakan bahwa lahirnya blues juga merupakan lahirnya jazz.

Musik Jazz Dari Masa Ke Masa

Dalam dekade 20-an, yang dikatakan orang sebagai musik jazz, sebetulnya belum tentu dapat dikategorikan betul-betul jazz.

Selain kalangan kaum kulit hitam,hanya orang orang cerdik pandai dan para pemuka gereja atau kaum beragama yang taat ke gereja saja yang berkesempatan menikmati jazz yang sesungguhnya.

Juga bentuk big band di nightclub-nightclub pada zamannya Henderson Big Band,Ellington Big Band dan Louis Russell, pendengarnya hanya para orang kaya yang berasal dari kota-kota besar.

Namun swing membuat moment yang sangat penting bagi sejarah jazz. Swing telah membawa jazz pada alur utama ( mainstream ) dalam kebudayaan USA. Swing menjadi musik populer, yaitu pada zaman keemasan Glenn Miller dan Benny Goodman, sekitar tahun 1941. Hal ini seperti kedudukan musik Beatles pada dekade 60-an.

Pada era swing, jazz sudah mempengaruhi musik pop.Muncul lagu lagu standard pada era ini.Lagu lagu standard itu begitu dikenal oleh masyarakat di dunia. Ada lagu standard yang dibawakan dalam bentuk jazz (swing), dan umum disebut sebagai jazz standard. Namun ada pula yang dibawakan secara pop music yang meniru gaya jazz (berirama foxtrot atau slow fox).

Dalam dekade 60-an, jazz begitu luwes dan supel untuk beradaptasi dengan musik jenis lainnya, hingga terbentuklah berbagai paduan yang disebut sebagai aspek-aspek jazz seperti jazz rock, jazz latin dan sebagainya. Dalam hal ini musisi jazz-lah yang aktif menggaet jenis musik lain untuk dipadukan.

Tetapi di pihak lain, jazz dijadikan obyek untuk dimasukkan ke dalam unsur musik lain. Sebagai misal,salah satu gaya The Beatles dapat dikatakan sebagai ‘siffle’ atau gabungan antara jazz dengan lagu-lagu rakyat.

Dalam coraknya sebagai siffle band, Beatles mendasarkan musiknya pada blues yang diambil dari rekaman penyanyi-penyanyi country blues seperti Bill Broozy dan Muddy Waters. Bahkan jika kita perhatikan,maka musiknya Elvis Presley, Fats Domino,Chubby Checkers, dan musik rock lainnya pada zaman itu, memperlihatkan gejala bahwa banyak band-band yang dibenahi dengan corak musik hitam, misalnya berdasar pada blues commercial jazz.

Dengan demikian, betapa dalamnya rock berhutang budi pada jazz.

Dalam hal ini, para musisi atau tokoh musik jenis lainlah yang aktif, memasukkan sifat/unsur musik jazz ke dalam jenis musik yang dianutnya. Hal itu berlanjut sampai dekade-dekade seterusnya. Misalnya saja Phil Collins atau Genesis yang menggunakan aksen-aksen dan chord-chord jazz ke dalam musik rock, hingga menimbulkan apa yang disebut sebagai art rock.

Demikian juga dengan para musisi musik pop yang ingin mempercantik lagu/musiknya dengan memasukkan (sedikit) sifat/unsur jazz. Mungkin juga seorang musisi jazz yang memainkan musiknya dengan menepiskan / menyederhanakan unsur jazz-nya sedemikian rupa agar mudah sekali dicerna.

Jadilah jazzy.

Itulah tentang kedudukan musik jazz yang pada awalnya dianggap sebagai musik rendah,musiknya kaum hitam yang hina, namun kemudian tumbuh menjadi musik bermutu tinggi, banyak digaet oleh jenis musik lainnya dalam upaya menambah nilai seninya.

Bahkan akhirnya jazz digunakan sebagai sarana bergengsi, karena orang merasa takut dikatakan ketinggalan zaman hanya disebabkan karena tidak mengetahui atau menyukai musik jazz.

Jazz akhirnya dianggap sebagai musiknya kaum elite.

ERA MODERN JAZZ

Pada be bop, batasan-batasan yang berlaku dalam swing diperlonggar dan lebih expresive serta lebih progressive. Oleh karenanya, sejak masa be bop muncullah istilah progressive jazz, dan musik jazz dinyatakan memasuki era modern jazz.

Munculnya musik rock yang melanda dunia menjadi saingan berat bagi perjalanan musik jazz. Akhirnya be bop runtuh dan musik jazz bersifat dingin, maka muncul istilah coll jazz, berlangsung dari tahun 1949 hingga tahun 1951. Pada masa-masa itu musik jazz mengalami masa transisi, karena terdesak oleh menggeloranya musik rock.

Pada masa modern jazz, atau tepatnya memasuki dekade 60-an, timbul bentuk musik yang disebut dengan istilah soul dan funk. Soul timbul dari gereja gospel dengan pengaruh blues.Sedang funk punya arti lebih keras dari tusukan peniti, atau kemungkinan besar punya maksud mengenai sesuatu yang ada hubungannya dengan bau badan. Hal tersebut dapat diartikan tentang keduniawian, karena funk lebih cenderung untuk komersial.

Di samping dua bentuk musik tersebut, ada bentuk yang masih setia pada alur utama jazz, yaitu yang disebut sebagai hard bop.

Mulai dekade 60-an itu, jazz sudah beranjak meninggalkan alur utama, dan membentuk beberapa aspek jazz yang merupakan cabang-cabang jazz, yaitu jazz latin dan jazz rock.

Jazz memang supel, oleh sebab itu ia ingin beradaptasi dengan jenis musik lain dan luwes di berbagai lapisan/golongan masyarakat pecinta musik, jazz itu sendiri ingin membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang membatasi ruang geraknya. Akhirnya jazz memasuki masa yang disebut sebagai era free jazz.

Dalam era free jazz ini, para musisi jazz berkarya dengan bebas menuruti kemauan yang tersirat dalam hatinya.Untuk itu para pendengarnya dituntut untuk lebih konsentrasi dalam menelaah ‘maksud’ permainannya.

Kadang kadang mereka (musisi) cenderung untuk memasukkan hal/mode yang sedang musim, jadilah contemporary jazz. Hasilnya belum tentu bisa diterima oleh masyarakat jazz. Ada yang sulit sekali diterima,walaupun orang tahu bahwa ‘isi’-nya memang mengandung jazz, dan kemudian dinamakan saja dengan abstrak jazz.

Bahkan ada banyak experiment yang dicemooh, karena dianggap nyeleweng dari jalur jazz.Para musisi jazz, terutama yang berasal dari Eropa atau yang lama belajar di Eropa, memasukkan repertory-repertory klasik ke dalam tubuh jazz.

Hal ini sudah dimulai sejak dua dekade sebelumnya.Namun pada dekade ini, hal tersebut semakin nyata. Banyak yang menyentuh mode barock karya J.S. Bach, yang diistilahkan sebagai barock jazz. Di Eropa muncul bentuk avant garde.

Era free ini mendorong musisi jazz untuk mencoba berbagai kemungkinan dalam mengolah jazz,termasuk penggunaan alat electric. Sebab itu, mulailah era electric jazz pada tahun 1970.

Meninggalkan corak accoustic jazz, permainan instrument listrik yang bak berlomba diproduct seperti electric piano,synthesizer dan lain lain. Agaknya alat-alat tersebut memberi keleluasaan kerja para musisi dalam mencipta aneka macam karakter sound. Dalam dekade 80-an ini, bahkan jazz telah menggunakan system computerize.

Melalui era electric jazz, berlanjut dengan bentuk fusion atau jazz crossover , yang lebih mudah dicerna, sebagai ‘jembatan’ bagi orang yang ingin mengenal jazz. Bahkan muncul pula Jazz pop serta jazzy, dimana polesan jazz-nya amat tipis.--

RINGKASAN PERJALANAN MUSIK JAZZ

RINGKASAN PERJALANAN MUSIK JAZZ


Jazz lahir di Amerika Serikat pada tahun 1868, itu yang ditulis oleh para peneliti sejarah jazz, yang telah disepakati oleh berbagai pihak. Walaupun lahir di Amerika Serikat, namun kini jazz bukan lagi milik bangsa Amerika, melainkan sudah menjadi milik dunia.

Jazz sudah menjadi milik umat manusia di dunia. Oleh karenanya, kita (terutama penggemar musik jazz) wajib mengetahui sejarah dan asal-usulnya. Sebelum kita membicarakan secara rinci, ada baiknya kita lihat ringkasan perjalanannya.

Musik jazz lahir dengan dasar blues. Kemudian pada sekitar tahun 1897 mulai dikenal bentuk ragtime, yang pada waktu itu berupa permainan piano tunggal di bar-bar atau saloon. Blues dan ragtime berkembang membentuk boogie – woogie.

Bentuk bentuk tersebut selain merambat pada jalurnya sendiri, juga berkembang menelusuri perjalanan musik jazz. Para peneliti mengemukakan bahwa bentuk musik jazz yang dapat dianggap sebagai awal bentuk yang berkembang dari zaman ke zaman sampai bentuk jazz sekarang, adalah bentuk musik jazz yang terdapat sekitar tahun 1915-1917.

Pada masa itu para negro di New Orleans memainkan musik jazz yang mempunyai corak khas, sehingga lazim disebut sebagai corak New Orleans.

Mereka main di bar, rumah casino dan rumah pelacuran yang tumbuh subur di New Orleans. Karena dianggap mengurangi respek masyarkat terhadap pemerintahan (sering terjadi keonaran,pembunuhan dan sebagainya), maka pada tahun 1917 club-club di New Orleans itu ditutup.

Musik jazz lalu berkembang keluar New Orleans, dibawa oleh para musisinya menelusuri sungai Mississippi ke sebelah utara (New York,St. Louis, Chicago.Memphis,Kansas City,Detroit, dan lain lainnya).

Sekitar tahun 1920, di New Orleans muncul pula istilah trad band,namun kurang diketahui bagaimana bentuk musik yang dibawakan oleh trad band tersebut.

Bentuk-bentuk musik tersebut-pun berkembang lagi menjadi bentuk dixieland. Sebetulnya dixieland adalah nama julukan untuk USA. Ada yang menyebutkan bahwa pada awalnya musik dixie ini tanpa menggunakan drum set, tapi memakai semacam kayu bergerigi seperti alat pencuci pakaian,ditambah trumpet (horn,cornet),trombone,clarinet,banjo dan tuba.

Kemudian digunakan pula piano, guitar sebagai pengganti banjo, dan string bass sebagai pengganti tuba serta menggunakan drum set. Dalam musik dixie, improvisasi dilakukan secara bersama-sama oleh para soloist dari awal sampai akhir.

Bentuk berikutnya adalah swing. Dalam swing, improvisasi dilakukan dengan cara silih berganti. Dikatakan swing karena musiknya bergoyang-melayang, iramanya lebih berexpressi. Bila pada dixie menggunakan beat 8, maka pada swing sudah menggunakan triplet atau beat 16.

Dengan demikian rhythm pada swing terasa lebih menggelitik. Era swing ini berlangsung dari awal dekade 30-an hingga pertengahan dekade 40-an. Karena swing melanda hampir seluruh pelosok USA, maka lalu dinyatakan sebagai kebudayaan Amerika atau lazim disebut dengan istilah Mainstream.

Selanjutnya, mulai awal dekade 40-an jazz memasuki era be bop. Musik be bop merupakan pelampiasan protes kaum negro. Suasana Perang Dunia II membuat orang-orang (termasuk musisi) menjadi frustrasi.

Oleh karenanya, dalam dekade 40-an terjadi pencetusan bentuk-bentuk musik baru, misalnya jump band. Jump band adalah bentuk group yang membawakan musik yang mengandung unsur humor/kelakar, biasanya dengan lyric yang cenderung porno. Jump band ini kemudian bercabang ke R & B serta mengilhami bentuk rock ‘n roll yang juga merupakan kelanjutan bentuk perkembangan boogie – woogie ke arah bentuk musik pop / rock.


SEJARAH JAZZ - PROLOG

PROLOG

Sampai saat ini,masih banyak orang yang belum mengetahui apa musik jazz yang sebenarnya.Banyak orang yang menyebutkan musik jazz dengan istilah ‘irama jazz’. Bahkan TVRI pun pernah menayangkan acara musik jazz dengan tulisan besar yang bunyinya sama, yaitu ‘Irama Jazz’.

Adanya hal yang semacam ini menunjukkan bahwa sementara orang masih belum mengetahui dengan jelas mengenai musik jazz.Akibatnya timbul salah kaprah atau salah mengartikan.

Jazz bukanlah suatu jenis irama (jenis irama adalah waltz,foxtrot,tango,cha-cha-caha,mambo,samba,rumba dan lain lain).

Jazz merupakan salah satu bentuk musik (seperti halnya klasik,keroncong,ndang ndut,pop dan gending/musik tradisional,yang juga merupakan bentuk musik).Menentukan difinisi musik jazz yang tepat memang sulit.

Yang jelas jazz tak dapat lepas dari improvisasi, dan mendengarkan musik jazz bukan hanya dengan telinga,melainkan juga dengan perasaan.Untuk dapat memahaminya, kita harus sering mendengar dan mendalami dengan seksama.

Berawal dari perbudakan di USA, kaum negro diperjual-belikan di Amerika Serikat sebagai budak yang dipekerjakan secara paksa pada perkebunan-perkebunan.Mereka merintih menangisi nasibnya.

Semua itu dicurahkan dalam bentuk seni suara (musik). Jadilah blues yang merupakan manifesto tangis kesedihan budak-budak negro tersebut.

Kemudian berkembang membentuk musik (jazz) yang berakar pada musik blues.Dengan demikian boleh dikata bahwa jazz pada hakekatnya adalah gejolak hati para budak negro yang mendambakan kebebasan.

Kalau kita kaji,musik pop mempunyai kecenderungan pada kemudahan-kemudahan dengan maksud agar dapat diterima oleh khalayak ramai dari segala lapisan.Andaikata musik pop kita umpamakan seperti cerita sandiwara atau drama,maka musik klasik dapat kita misalkan sebagai lakon wayang yang segala sesuatunya sudah diatur dan ditentukan oleh pakem.

Sedangkan musik jazz dapat kita umpamakan sebagai suatu cerita teater, yang visualitasnya diserahkan pada kemampuan si pemain atau improvisasi.

Jadi jelas, jazz tak dapat dipisahkan dari improvisasi (yaitu pentafsiran mengenai maksud isi lagu – yang digambarkan oleh komponisnya – yang diutarakan oleh musisi pembawanya, bukan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya,melainkan sudah diterjemahkan dalam bentuk permainan musik).

Oleh karena jazz bersifat ekspresif,maka manis dan tidaknya suatu improvisasi sangat tergantung pada kondisi musisi yang melakukannya.Kehandalan (pengetahuan dan kemampuan) seorang musisi merupakan penentu bagi manisnya suatu improvisasi, namun kondisi perasaan seorang musisipun sangat berpengaruh besar dalam soal improvisasi ini.

Bila seorang musisi sedang mengalami perasaan yang tak menentu (sedih,resah,dan sebagainya), maka sudah tentu improvisasi yang dihasilkan juga tak akan bagus.

Untuk berimprovisasi, tidaklah ngawur atau asal-asalan seperti pendapat orang awam.Untuk melakukan improvisasi,ada dua macam cara : yaitu ‘Be Bop Approach’ atau ‘Chordal Approach’ yang berdasar pada chord, dan ‘Modal Approach’ yang berdasar pada skill.