Ragtime berkembang mempengaruhi terbentuknya musik country. Pada hakekatnya, musik country mempunyai dasar yang sama dengan musik dixie.Bedanya, dixie mempunyai chromatism notasi jazz (ini pun dibentuk melalui perkembangan-perkembangan dixie). Musik jenis ini dengan cepat berkembang luas di setiap penjuru Amerika Serikat, hingga seolah-olah menjadi musik rakyat khas Amerika. Oleh karena itu dinamakan musik dixie (dixieland adalah nama julukan untuk Amerika Serikat).
Memasuki dekade 20-an, musik dixie semakin mengarah kepada wujudnya. Dalam musik dixie, improvisasi dilakukan secara serempak oleh beberapa solist (trumpet/cornet,trombone,
Pada dekade 20-an, para musisi putih banyak yang menaruh minat/perhatian terhadap musik hitam ini. Mereka mulai memainkan dan ikut berperan di dalamnya. Melalui musik ini, terasa keakraban antara musisi hitam dan putih, tak ada rasialisme. Para musisi hitam pun dengan senang hati berbaur. Bahkan kadang belajar dari musisi putih yang pandai memimpin sebuah band dan memperjuangkan job atau kontrak main.
Seorang musisi putih pemain clarinet, namanya Pee Wee Russell, lahir di St. Louis pada tahun 1906. Semenjak kecil ia belajar piano, biola,drums dan clarinet. Ia tertarik jazz pertama kali dari mendengar rekaman Alcide Nonez bersama Louisiana Five band pada tahun 1919. Pee Wee Russell ini disamping musik juga punya hobby melukis.Dinding-dinding rumahnya penuh dengan lukisan-lukisannya yang bercorak contemporary decorative.
Hobby-nya ini pun didorong oleh isterinya, Mary. Seperti musisi lain yang punya hobby melukis seperti drummer George Wettling, Larry Rivers dan lain-lain. Russell selalu mengisi waktu luangnya dengan melukis. Namun hasil lukisan Russell lebih unik, seunik musik yang dimainkannya.
Musisi putih lainnya, ialah pemain trombone Jack Teagarden. Ia dilahirkan di Vernon, Texas, 1905 dengan nama Wildon Leo Teagarden. Ibunya adalah seorang guru piano.Kadang-kadang ibunya memainkan piano di rumah,sedang ayahnya memainkan cornet kecil. Jack Teagarden mulai belajar baritone horn pada usia 5 tahun. Lalu ia beralih ke trombone. Karena posisi trombone bentangannya sangat panjang bagi anak seumur dia, maka dicari posisi yang dikatakan sebagai posisi palsu pada waktu itu, guna memungkinkan anak kecil mampu memainkan trombone. Di kemudian hari cara tersebut bukan lagi dianggap sebagai posisi palsu, namun dinyatakan sebagai salah satu alternatif posisi dalam memainkan trombone.
Umur 22 tahun, Jack Teagarden bergabung dengan Pelk’s Bad Boys yang dipimpin oleh pianis legendaris Pelk Kelley. Tahun itu juga Teagarden pergi ke New York dan bergabung dengan Doe Ross Jazz Bandits. Namun karena ia merasa tidak cocok, lalu ia bergabung dengan Pee Wee Russell.
Tahun 1928-1933 ia bekerja dengan Ben Pollack (drummer The New Orleans Rhythm King). Tahun 1933 ia teken kontrak 5 tahun dengan Paul Whiteman. Band ini tak pernah sukses, lalu pada tahun 1946 Teagarden bergabung dengan All Star Band pimpinan Louis Armstrong, sampai meninggal pada tahun 1950. Dalam hidupnya ia telah merekam lebih dari 1000 kali.
Ada lagi seorang musisi jazz putih yang kiprahnya punya peran dalam dunia jazz. Ia adalah trumpeter Bix Beiderbecke. Ia dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1903 di Devenport, Iowa, dengan nama lengkap Leon Bix Beiderbecke. Orang tuanya mengharap ia jadi dokter,profesor, ahli hukum, menteri atau pedagang.Namun ia memilih musik.
Pertama kali Bix mengenal jazz melalui rekaman Original Dixieland Jazz Band pada tahun 1918. Waktu itu ia berumur 15 tahun. Usia yang sedang tertarik-tertariknya pada bentuk musik baru. Ia kemudian kursus pada pemain cornet Nick La Rocca.
Juga The New Orleans Rhythm Kings yang muncul pada awal dekade 20-an, musisi-musisi pendukungnya adalah white jazz musicians. Pada tahun 1923, New Orleans Rhythm Kings terdiri dari George Brunis (trombone), Paul Mares (cornet), Ben Pollack (drums), Leon Rappalo (clarinet), Mel Stitzel (piano), Volly De Faut (reeds), Lew Black (banjo/guitar) dan Steve Brown (bass).
Volly De Faut sebagai pemain reeds (alat-alat tiup yang menggunakan reed) mempunyai pengalaman banyak sekali. Ia pernah main dan rekaman dengan hampir semua musisi jazz pada waktu itu. Antara lain dengan clarinetist Don Morray (anak seorang menteri), Floyd Fowne (pemain sax), Bix Beiderbecke, Johnny Dodss, Freddie Keppard, Jelly Roll Morton, Bessie Smith, Ray Miller, Paul Ash dan banyak lagi lainnya.
No comments:
Post a Comment