Iklan seperti yang tertera di Virginia Gazette tanggal 6 Agustus 1767 itu memang menunjukkan bahwa orang negro sudah ada yang dapat memainkan alat musik dengan baik, jauh sebelum civil war bahkan mungkin sebelum kemerdekaan USA.
Tetapi iklan itu pun menunjukkan betapa kejamnya orang-orang kulit putih terhadap orang kulit hitam.
Mereka memperlakukan orang negro seperti barang mati yang diperdagangkan.
Demikianlah kenyataannya.
Orang-orang negro dirantai seperti bianatang, dipamerkan dalam ‘bursa budak belian’.
Bila badannya besar dan kuat, apalagi sedikit tampan dan kelihatan tidak dungu, pasti harganya sangat mahal.
Dihapuskannya perbudakan, tidak segera mengubah nasib para negro dalam kehidupan sosialnya. Mereka hanya bebas dari budak belian.
Namun mereka masih dianggap sebagai makhluk yang rendah dan hina.
Perbedaan ras ini masih menonjol hingga dekade 40-an. Tapi itu dalam kehidupan masyarakat.
Dalam kehidupan musik, suasananya lain. Musik tidak mengenal perbedaan warna kulit.
Tahun 1890, New Orleans sudah penuh dengan bentuk musik, ada orchestra,symphony dan musik kamar.
Musisinya ada yang putih semua,hitam semua dan ada pula yang campuran.
Di antaranya adalah Lyre Club Symphony Orchestra pimpinan John Rubichaox, dengan 25 ensemble memainkan repertory – repertory standard klasik.
Yang lainnya, Excelsior Brass Band.
Ada lagi yang memainkan march untuk parade, pop song dan rag untuk picnic, pesta atau upacara pemakaman.
Ada pula pianist-pianist yang bekerja untuk cabaret dan honky tonk.
Waktu itu belum ada istilah jazz. Yang ada hanya permainan musik rag, sweet musik dan blues.
Blues adalah type lagu rakyat, hasil kreasi para negro di Amerika (terutama dari New Orleans).
Lagu ini bernada sedih, dibangun pada 1880-an dan 1890-an. Melalui perbaikan-perbaikan, akhirnya terwujudlah bentuk blues yang komplit dan utuh pada 1910.
Blues menyebar luas pada 1911.Blues terdiri dari sirkulasi chord 12 bar. (contoh sederhana urutan chord blues : C = 3 bar, C7 = 1 bar, F = 2 bar, C = 2 bar, G7 = 2 bar, dan C = 2 bar).
Sedangkan musik rag atau yang lazim disebut ragtime, adalah jenis musik dengan tempo 2/4, 3/4 , 4/4, atau 6/8.
Dijiwai semangat marching band, ragtime menggunakan beat 8.
Pada awalnya berupa piano tunggal di saloon, bar dan tempat-tempat serupa itu.
Musik ini berkembang dalam bentuk band.Timbulnya band adalah untuk membuat praktis sajian musik.
Marching band sudah jelas membutuhkan tempat yang luas. Sedangkan band hanya terdiri dari cornet,trombone,alto atau barritone horn , clarinet atau piccolo, jadi hanya 4 pemain tiup.
Ditambah pemain rhythm yanmg terdiri dari snere dan bass drum serta tuba.
Kadang-kadang juga digunakan biola,benjo,piano dan string bass menggantikan tuba.
Musik rag ini akhirnya berkembang menjadi dua cabang. Yang satu masih ke arah pembentukan alur jazz, yang lainnya menjadi musik country.
Ragtime berlangsung 1890-1915.
Dalam era ragtime ini kita dapati tokoh legendaris rag, Scott Joplin. Ia dilahirkan tahun 1868 di Texarkana (sebelah timur laut Texas).
Ayahnya, yang bekerja sebagai pegawai kereta api adalah seorang pemain biola. Sedang ibunya sebagai penyanyi dan pemain banjo.
Orang tua Joplin mempunyai tiga anak, yaitu Willie, Robert dan si bungsu Scott Joplin.Ayah Joplin mengumpulkan uang, lalu membeli sebuah grand piano tua.
Ini memang diluar kebiasaan keluarga negro yang miskin untuk punya piano sendiri.
Joplin mulai belajar piano. Ia mendapat seorang guru dari tetangganya. Bahkan ia memperoleh bea siswa untuk belajar.
Ia menjadi musisi hitam pertama di Amerika yang mempunyai background schooling dengan matang dalam teori. Ia pun mempelajari gubahan composer klasik seperti bach dan Chopins.
Tahun 1885 Joplin berkelana ke St. Louis. Tahun 1890-1n ia menamatkan pelajaran di George Smith College for Negroes.
Pada usia 30 tahun ia sudah mengajar, memimpin permainan musik,mengaransir, menyanyi dan memainkan beberapa jenis alat musik.
Ia juga mengkompos lagu. Yang pertama adalah lagu yang sentimentil.
Tahun 1897 ragtime mulai terkenal.Dalam tahun 1899 Joplin menulis ‘Original Rag’ yang langsung diterima oleh penerbit.
Kemudian ‘Maple Leaf Rag’ yang sampai kini merupakan bentuk ragtime yang paling disukai para murid di sekolah-sekolah musik. Ia masih mengarang puluhan lainnya, namun hanya beberapa yang disebar-luaskan,lainnya dikeluarkan setelah dia meninggal.
Tahun 1903 ia menulis opera berjudul ‘A Great of Honor’ dan ‘Freemonisha’ yang pada 1972 digelar di Atlanta’s Memorial Art Center dan 1975 di Broadway, untuk mengenang jasanya. Tahun 1973 karyanya yang berjudul ‘Entertainer’ dibawakan oleh Eubie Blake (lahir 1883) di Newport Jazz Festival, New York dan membuat penonton histeris, hal tersebut menimbulkan ide seorang produser untuk menggunakan lagu itu sebagai back ground fil The Sting.
Sedih atas kematian putrinya yang masih bayi, tahun 1907 Joplin pindah ke New York, menyusul perceraian dengan isterinya.
Di New York ketemu dengan perempuan bernama Lottie Stokes yang dengan setia memberinya semangat. Tahun 1909 ia mencetak 5 buah rag music.
Dalam sisa hidupnya yang 8 tahun, ia hanya mampu membuat 5 buah lagi.
Scott Joplin meninggal 1 April 1917. Tapi karyanya tak pernah mati. Tokoh lainnya antara lain James Scott yang membuat ‘Frog Legs Rag’ dan Joseph F Lamb ‘American Beauty Rag’.
Waktu itu, mulai banyak negro yang belajar klasik ke Eropa. Para musisi putih pun mulai belajar jazz di New Orleans, sebelum jazz itu menyebar dan terkenal.
Tanggal 26 Pebruari 1917, lima musisi putih New Orleans datang ke New York untuk rekaman di studio Victory. Mereka adalah Larry Shields (clarinet), Nick La Rocca (horn/cornet), Eddie Edward (trombone), Henry Ragas (piano) serta Tony Sbarbaro (kemudian dikenal dengan nama Spargo) pada drums.
Lima musisi putih itu tergabung dalam Original Dixieland Jazz Band.Rekaman itu berjudul ‘Livery Stable Blues’.
Tak sampai seminggu, rekaman itu sudah tersebar.
Rekaman pada saat itu boleh dikata masih primitif. Bass drum tak boleh dipakai,karena bila dipukul akan membuat jarum rekamnya melompat.
Band tersebut dipimpin oleh La Rocca (lahir 11 April 1889). Ia adalah anak tukang sepatu, emigran Italy yang senang main horn waktu senggang.
La Rocca tak dapat membaca musik (note), tapi jiwa musikalnya tinggi.
Band putih lainnya yaitu Tom Brown’s Ragtime Band, yang pada 1914 berada di Chicago. Masih banyak musisi putih lainnya yang pada waktu itu mulai menggeluti jazz.
Ada banyak pendapat mengenai munculnya kata ‘jazz’ Dalam San Francisco Bulletin terbitan 6 Maret 1913, sudah digunakan kata-kata jazz tapi belum dikukuhkan. Mornin’s Mornin menuliskannya dengan ejaan ‘Jaz’. New York Sun terbitan 5 Agustus 1917 menyebutkan bahwa kata Jas,Jazz,Jasz, atau Jazes sebenarnya berasal dari Afrika.Sumber lain mengatakan bahwa kata jazz sudah dikenal sebelum itu dengan ucapan jess yang berasal dari jasm, yaitu suatu perkataan yang punya arti ekspresif dalam usaha mengungkapkan kecepatan,kekuatan atau mungkin juga mencerminkan kepuasan sexual dalam arti yangs ehat.Entah mana yang benar.
Kesimpang siuran tersebut terjadi, karena penelitian dan penyelidikan yang dilakukan oleh para profesor dan ahli sejarah barulah dilakukan setelah musik jenis tersebut terbentuk dan berjalan sekian lamanya.Sudah barang tentu penyelidikan yang diadakan oleh banyak ahli tersebut menghasilkan kesimpulan yang kadang berbeda antara satu dengan lainnya. Selain itu juga terdapat istilah-istilah yang berlainan untuk sesuatu hal yang sama.Seperti bahasa daerah di Indonesia, beda tempat beda pula istilahnya.
Yang jelas jazz lahir dan berakar dari blues.Blues mempunyai tangga nada yang disebut blue note, yaitu tangga nada diatonik mayor yang dibelokkan (tangga ketiga,kelima dan ketujuh dibelokkan/diturunkan setengah). Tangga nada tersebut dibelokkan secara alamiah oleh para budak negro, sesuai dengan selera atau rasa musikalitas mereka.
Blues ini berkembang.Disamping membentuk ekrah musik jazz, juga membuat alur sendiri melalui corak-corak seperti gospel,urban blues,blues spirituel,country blues, dan sebagianya. Kecuali itu, dengan sedikit pengaruh ragtime,blues berkembang menjadi bentuk musik yang disebut sebagai bibit atau bayinya bentuk boogie – woogie.Pada tahun 1915,bentuk ini dikembangkan oleh W.C Handy dari folk blues yang dimainkan dengan sifat musik Eropa yang ditujukan atau dipasarkan bagi orang-orang kulit putih.
Boogie-Woogie membuat alur tersendiri pula, dismaping berkembang ke jalur jazz yang membentuk dixieland,Para musisi kulit putih agaknya mulai tertarik pada jenis musik ini.Sedangkan kota yang mempunyai akar blues kuat adalah Kansas City (kota yang mengorbitkan Count Besie).
Sebelum terbentuknya dixieland, para musisi hitan yang berpusat di New Orleans sudah berkiprah dengan bentuk musik yang kemudian dikemal sebagai embrio jazz.New Orleans memang menjadi basis para musisi hitam.Musik yang berkembang di New Orleans sebelum dekade 20-an emmang emmpunyai ciri khas tersendirei. Menjelang dekade 20-an, jazz telah berkembang luas ke utara dan membentuk musik-musi jazz (dixieland) dengan style sendiri-sendiri.Karena itu, orang mengistilahkan bentuk musik di New Orleans dengan New Orleans Style, atau musik New Orleans.
No comments:
Post a Comment